Selasa, 06 Februari 2018

Methode Waterfall




KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan ke Hadirat Allah SWT, atas anugerahnya sehingga kami dapat menyelesaikan penulisan “ MAKALAH TENTANG WATERFALL” ini.
Adapun maksud dan tujuan dari penyusunan Makalah ini selain untuk menyelesaikan tugas yang diberikan oleh Dosen pengajar, juga untuk lebih memperluas pengetahuan para mahasiswa khususnya bagi penulis.
Kami telah berusaha untuk dapat menyusun Makalah ini dengan baik, namun kamipun menyadari bahwa kami memiliki kesalahan dan batasan sebagai manusia biasa. Oleh karena itu jika didapati adanya kesalahan- kesalahan baik dari segi teknik penulisan, maupun dari isi, maka kami memohon maaf. Harapan ini dapat bermanfaat bagi kita semua.












ii

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL .......................................................................................................i
KATA PENGANTAR.......................................................................................................ii
DAFTAR ISI....................................................................................................................iii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang............................................................................................................1
B. Rumus Masalah...........................................................................................................1
C. Tujuan..........................................................................................................................1
BAB II PEMBAHASAN
A. Macam- macam Model Pengembangan Software.......................................................2
B. Model Pengembangan Perangkat Lunak.....................................................................2
C. Pengertian Waterfall..............................................................................................3.4.5
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan..................................................................................................................6
B. Pertanyaan ...................................................................................................................6
C. Foto Presentasi.............................................................................................................6
D. Saran............................................................................................................................7










TUGAS KELOMPOK 1 (SATU)
WATERFALL


Logo


Disusun oleh                     : Khoirul Yulianto
                                                : Syamsul Fajri
                                                : Tanti Savitri
                                                : Asriani Sinaga
Semester                            : 5 (Lima)
Dosen                                   : Bapa Asep Jalaludin,S.T,M.M










BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Yang melatar belakangi pembuatan makalah ini yaitu merupakan salah satu pemenuhan atau kewajiban sebagai mahasiswa untuk mengerjakan tugas dari dosen mata kuliah yang bersangkutan.
Selain itu juga pembuatan makalah ini dilatar belakangi atas dasar kemauan untuk tahu terhadap mata kuliah rekayasa perangkat lunak, khususnya mengenai Pemodelan Waterfall.
B. Rumus Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan Waterfall?
2. Apa saja tahapan dalam model Waterfall?
3. Apa kelemahan dan kelebihan model Waterfall?
C. Tujuan
Tujuan dari tugas ini adalah untuk memberikan contoh- contoh sederhana untuk memperjelas Proses dalam Pengembangan Model Waterfall.






1
BAB II
PEMBAHASAN

A. Macam- macam Moel Pengembangan Software
                Secara prinsip metode pengembangan perangkat lunak bertujuan untuk membantu menghasilkan perangkat lunak yang berkualitas. Berikut faktor- faktor yang perlu dicermati dalam pengembangan perangkat lunak.
                Pengembangan sistem dapat berarti menyusun suatu sistem yang baru untuk menggantikan sistem yang lama secara keseluruhan/ memperbaiki sistem yang telah ada. Sistem yang lama perlu diperbaiki atau diganti karena disebabkan beberapa hal, yaitu :
1. Adanya permasalahan- permasalahan (problems) yaitu timbul di sistem yang lama.
2. Untuk meraih kesempatan- kesempatan (opportunites)
3. Adanya instruksi- instruksi (directives)

B. Metode Pengembangan Perangkat Lunak
Adapun metode pengembangan perangkat lunak yaitu :
1. Model Sekuensi Linier/ Waterfall Method
2. Model Prototipe
3. Model RAD (Rapaid Application Development)
4. Model Spiral
A. Model Waterfall
                Waterfall merupakan salah satu metode dalam SDLC yang mempunyai ciri khas pengerjaan setiap fase dalam waterfall harus diselesaikan terlebih dahulu sebelum melanjutkan ke fase selanjutnya. Artinya fokus terhadap masing- masing fase dapat dilakukan maksimal karena tidak adanya pengerjaan yang sifatnya paralel.




2
B. Pengertian Methode Waterfall
                Methode Waterfall merupakan methode air terjun yang sering dinamakn siklus hidup klasik (classic life cycle), dimana hal ini menggambarkan pendekatan yang sistematis dan juga berurutan pada pengembangan perangkat lunak, dimulai dengan spesifikasi kebutuhan pengguna lalu berlanjutmelalui tahapan- tahapan perencanaan (planing), permodelan (modeling), konstruksi (construction), serta penyerahan sistem ke para pelanggan/pengguna (deployment), yang diakhiri dengan dukungan pada perangkat lunak lengkap yang dihasilkan (Pressman, 2012). Tahapan metode waterfall dapat dilihat pada gambar di bawah ini.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiPCvlnMIR46arRQhiR3gDnqeEdJ3LKRb356UFGZEb28ySDr1kwmsat8Cw15QpT_wS4TDMDhfvY0al_LJbFjAZQdMlqAV8meFuQSFFeGhzmUNWb_JgZY6SbaIpqr3zTFOofMtuBIXP7gVA/s400/waterfall.jpg
Tahapan tahapan dari metode waterfall adalah sebagai berikut :
1.            Requirement Analysis
Seluruh kebutuhan software harus bisa didapatkan dalam faseini, termasuk didalamnya kegunaan software yang diharapkan pengguna dan batasan software. Informasi ini biasanya dapat diperoleh melalui wawancara, survey atau diskusi. Informasi tersebut dianalisis untuk mendapatkan dokumentasi kebutuhan pengguna untuk digunakan pada tahap selanjutnya.
2.            System Design
Tahap ini dilakukan sebelum melakukan coding. Tahap inibertujuan  untuk  memberikan  gambaran  apa  yang  seharusnyadikerjakan dan bagaimana tampilannya. Tahap ini membantu dalam menspesifikasikan  kebutuhan  hardware  dan  sistem  sertamendefinisikan arsitektur sistem secara keseluruhan.
3.            Implementation
Dalam tahap ini dilakukan pemrograman. Pembuatan softwaredipecah  menjadi  modul-modul  kecil  yang  nantinya  akan digabungkan dalam tahap berikutnya. Selain itu dalam tahap inijuga dilakukan pemeriksaaan terhadap modul yang dibuat, apakahsudah memenuhi fungsi yang diinginkan atau belum.

3

4.            Integration & Testing
Di  tahap  ini  dilakukan  penggabungan modul-modul  yangsudah  dibuat  dan  dilakukan  pengujian  ini  dilakukan  untuk mengetahui apakah software yang dibuat telah sesuai dengandesainnya dan masih terdapat kesalahan atau tidak.
5.            Operation & Maintenance
Ini merupakan tahap terakhir dalam model waterfall. Softwareyang  sudah  jadi  dijalankan  serta  dilakukan  pemeliharaan. Pemeliharaan termasuk dalam memperbaiki  kesalahan yang tidakditemukan pada langkah sebelumnya. Perbaikan implementasi unitsistem dan peningkatan jasa sistem sebagai kebutuhan baru.
C. Kapan sebaiknya model water fall digunakan?
Teori-teori menyimpulkan beberapa hal, yaitu:
1.            Ketika semua persyaratan sudah dipahami dengan baik di awal pengembangan.
2.            Definisi produk stabil dan tidak ada perubahan saat pengembangan untuk alasan apapun seperti perubahan eksternal, perubahan tujuan, perubahan anggaran atau perubahan teknologi. Untuk itu, teknologi yang digunakan pun harus sudah dipahami dengan baik.
3.            Menghasilkan produk baru, atau versi baru dari produk yang sudah ada. Sebenarnya, jika menghasilkan versi baru maka sudah masuk incremental development, yang setiap tahapnya sama dengan Waterfall kemudian diulang-ulang.
4.            Portingproduk yang sudah ada ke dalam platform
Dengan demikian, Waterfall dianggap pendekatan yang lebih cocok digunakan untuk proyek pembuatan sistem baru. Tetapi salah satu kelemahan paling dasar adalah menyamakan pengembangan perangkat keras dengan perangkat lunak dengan meniadakan perubahan saat pengembangan. Padahal, galat diketahui saat perangkat lunak dijalankan, dan perubahan-perubahan akan sering terjadi.
D. Kelebihan metode waterfall
•             Proses menjadi lebih teratur, urutan proses pengerjaan menggunakan metode ini menjadi lebih teratur dari satu tahap ke tahap yang selanjutnya.
•             Dari sisi user juga lebih menguntungkan karena dapat merencanakan dan menyiapkan seluruh kebutuhan data dan proses yang akan dipperlukan.
•             Jadwal menjadi lebih menentu, jadwal setiap proses dapat ditentukan secara pasti. Sehingga dapat dilihat jelas target penyelesaian pengembangan program. Dengan adanya urutan yang pasti, dapat dilihat pula progress untuk setiap tahap secara pasti.
4

E. Kelemahan metode waterfall
•             Sifatnya kaku, sehingga susah melakukan perubahan di tengah proses.
•             Jika terdapat kekuarangan proses atau prosedur dari tahan sebelumnya, maka tahapan pengembangan harus dilakukan mulai dari awal. Hal ini akan memakan waktu yang cukup lama. Karena jika proses sebelumnya belum selesai sampai akhir, maka proses selanjutnya juga tidak dapat berjalan. Maka, jika terdapat kekuarangan dalam permintaan user, proses pengembangan harus dimulai dari awal.
•             Membutuhkan daftar kebutuhan yang lengkap di awal, tapi jarang konsumen bisa memberikan kebutuhan secara lengkap diawal.
•             Untuk menghindari pengulangan tahap dari awal, user harus memberikan seluruhh prosedur, data dan laporan yang diinginkan mulai dari tahap awal pengembangan. Tetapi di banyak kondisi, user sering melakukan permintaan si tahap pertengahan pengembangan sistem.
•             Dengan metode ini, maka development  harus dilakukan mulai dari tahap awal. Karena development  disesuaikan dengan design hassil user pada saat tahap awal pengembangan.













5
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
                Dengan demikian, Waterfall dianggappendekatan yang lebih cocok digunakan untuk proyek pembuatan sistem baru. Tetapi salah satu kelemahan paling dasar adalah menyamakan pengembangan peragkat keras denan perangkat lunak dengan meniadakan perubahan saat pengembangan. Dimana saat perangkat lunak dijalankan, dan perubahan- perubahan akan sering terjadi.
B. Pertanyaan
                1. Pertanyan Rizki Saras (16164086)
                Apa syarat metode waterfall
Jawaban : Develope, customer (user), bahan yang akan di kerjakan.
2. Pertanyan Ana riftiani (14163028)
Apa yan digunakan untuk testing software.
Jawaban : CTRL F9
C. Foto Presentasi

6

D. Saran
Sekiranya makalah ini dapat menjadikan acuan untun bisa bersaing dalam membuat software agar mendapatkan jenis analisis yang tepat dan sesuai permintaan konsumen. Walaw kami sadar bahwa makalah kami tidak sempurna, maka dari itu kami sangat mengharapkan masukan atau saran yang dapat membangun, agar dapat menjadi acuan dan motivasi makalah kami.
               
               





















7

Kamis, 24 September 2015

manfaat pare

Buat pecinta pare berikut adalah manfaat
1 sebagai detox atau mengeluarkan racun yang ada ditubuh
2 membuat kulit lebih kencang sehingga tampak lebih muda dari usia
3 sebagau obat nafsu makan


Sedangkan cara mengolah pare tersebut dengan cara di jus dan langsung diminum tanpa ada tambahan bahan lain


Demikian sedikit manfaat pare untuk kesehatan badan selamat menikmati jus pare yang lumayan pait